Padang, 3 Februari 2026 — Universitas Dharma Andalas (UNIDHA) melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) turut berpartisipasi aktif dalam Rapat Kerja dan Pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) UPZ BAZNAS Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026 yang diselenggarakan pada Selasa, 3 Februari 2026, bertempat di Hotel Pangeran Beach, Kota Padang. Kegiatan ini menjadi forum strategis tahunan BAZNAS Sumbar bersama seluruh UPZ mitra untuk menyamakan persepsi, mengevaluasi kinerja, serta memperkuat tata kelola pengumpulan dan pendistribusian zakat yang aman secara syar’i, regulasi, dan NKRI.
UNIDHA diwakili oleh Irsyad Shabri, S.Hum., M.Hum., C.TM dan Iswan Rina, S.Si., M.Si, yang hadir sebagai delegasi UPZ UNIDHA. Dalam rapat kerja tersebut, Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, Dr. Bukhari, menegaskan bahwa RKAT menjadi instrumen penting untuk memastikan laporan UPZ tersusun dengan baik, terukur, serta berdampak nyata bagi mustahik. Rapat juga membahas evaluasi program, penganggaran, kinerja amil, serta pengukuran capaian pengumpulan dan pendistribusian zakat. Dalam pemaparannya, BAZNAS Sumbar menyampaikan capaian pengumpulan zakat yang melampaui target dalam dua tahun terakhir, dengan target pengumpulan tahun 2026 sebesar Rp40,4 miliar, pendistribusian lebih dari Rp35 miliar, serta dana amil sekitar Rp5,54 miliar. Dana zakat terbesar dialokasikan pada sektor pendidikan, yang mencapai sekitar 60 persen dari total distribusi. Hal ini sejalan dengan komitmen UNIDHA dalam mendukung akses pendidikan bagi mahasiswa kurang mampu melalui program beasiswa dan bantuan pendidikan berbasis zakat.
Rapat kerja juga menekankan pentingnya penguatan kelembagaan UPZ, termasuk kewajiban memiliki rekening pengumpulan dan pendistribusian berbasis syariah, pendataan muzakki yang terintegrasi, laporan penggunaan dana hak amil, serta kepatuhan terhadap regulasi zakat sesuai UU Nomor 23 Tahun 2011 dan peraturan turunannya. Selain itu, dibahas pula strategi pengumpulan zakat, infak, dan sedekah melalui digitalisasi, pemetaan muzakki, serta optimalisasi kampanye zakat berbasis dampak.
Rektor Universitas Dharma Andalas, Prof. Dr. Novesar Jamarun, M.S., menyampaikan apresiasinya atas pelibatan aktif UNIDHA dalam forum strategis BAZNAS Sumbar tersebut. Menurutnya, keikutsertaan UNIDHA dalam RKAT UPZ ini merupakan bentuk komitmen institusi dalam membangun tata kelola zakat yang profesional dan berorientasi pada kemaslahatan umat. “UNIDHA memandang zakat bukan sekadar kewajiban, tetapi instrumen strategis dalam memperluas akses pendidikan dan membangun keadilan sosial. Melalui penguatan UPZ dan sinergi dengan BAZNAS Sumbar, kami berharap pengelolaan zakat di lingkungan kampus semakin transparan, akuntabel, dan berdampak langsung bagi mahasiswa serta masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Rektor.
Sementara itu, Ketua UPZ BAZNAS UNIDHA, Prof. Dr. Emrizal, S.E., M.M., menegaskan bahwa hasil rapat kerja ini akan menjadi pedoman penting dalam penyusunan dan pelaksanaan program UPZ UNIDHA tahun 2026. Ia menyampaikan bahwa UNIDHA siap menindaklanjuti arahan BAZNAS Sumbar, khususnya dalam penguatan program amil, pelaporan berkala, serta optimalisasi pengumpulan zakat profesi di lingkungan sivitas akademika. “Kami berkomitmen menjadikan UPZ UNIDHA sebagai unit yang tertib regulasi, kuat secara administrasi, dan fokus pada pendayagunaan zakat untuk sektor pendidikan. Harapannya, semakin banyak mahasiswa yang dapat terbantu dan semakin tinggi kepercayaan muzakki terhadap pengelolaan zakat di UNIDHA,” ujarnya.
Melalui partisipasi aktif dalam RKAT UPZ BAZNAS Sumbar ini, UNIDHA menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga konsisten dalam membangun ekosistem filantropi Islam yang berkelanjutan, profesional, dan berorientasi pada kemajuan pendidikan serta kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat (irs).
#UNIDHA #UPZUNIDHA #BAZNASSumbar #RKAT2026 #ZakatPendidikan #KampusPeduli #FilantropiIslam #UNIDHAMengabdi #ZakatUntukPendidikan #SumbarBerkah
Kepala Humas Universitas Dharma Andalas



